Ojigi di Era Hybrid: Rahasia Sukses Interview Kerja Online dan Offline yang Sering Diabaikan
07 Agt 2026 11:10
Oleh Marissa
14x
Mau tahu Ojigi di Era Hybrid: Rahasia Sukses Interview Kerja Online dan Offline yang Sering Diabaikan? Mari kita pelajari bersama!
Mari kita bahas mengapa ojigi tetap WAJIB dilakukan, baik saat interview kerja online (zoom/meet) maupun offline (tatap muka).
Banyak orang berpikir, "Kalau online, kan hanya terlihat setengah badan, apakah masih perlu?" Jawabannya: Sangat perlu.
Berikut 4 alasan utamanya:
1. Membentuk “Kesan Pertama” (First Impression) yang Kuat
Dalam budaya Jepang (atau perusahaan Jepang di Indonesia), 30 detik pertama pertemuan menentukan 80% penilaian awal.
Offline: Saat Anda masuk ruangan dan langsung melakukan keirei (30°) sambil mengucapkan "Hajimemashite", pewawancara langsung menilai Anda sebagai pribadi yang tertib dan terlatih.
Online: Begitu kamera menyala dan Anda membungkuk ke arah kamera (meskipun hanya terlihat bahu dan kepala menunduk), pewawancara langsung merasa dihormati. Itu memberi sinyal bahwa Anda serius meskipun hanya di layar.
2. Menunjukkan “Kesadaran Hierarki” (Tatemae & Uchi-Soto)
Perusahaan Jepang sangat menjunjung tinggi sistem senioritas dan siapa "orang luar" (soto) vs "orang dalam" (uchi).
Pewawancara adalah "orang luar" yang statusnya lebih tinggi dari Anda saat interview.
Melakukan ojigi adalah cara non-verbal untuk mengatakan: "Saya tahu posisi saya, dan saya menghormati posisi Anda." Tanpa ojigi, Anda dianggap orang yang tidak paham tata krama dasar, yang merupakan red flag besar bagi HRD Jepang.
3. Ojigi Lebih Berbobot daripada Kata-Kata (terutama di Online)
Saat interview online, sering terjadi gangguan teknis (suara putus, jeda, atau latar belakang berisik). Di sinilah ojigi berfungsi sebagai pengganti bahasa yang efektif.
Contoh: Ketika pewawancara memuji portofolio Anda, mengucapkan "Arigatou gozaimasu"sambil menunduk (ojigi) terasa jauh lebih tulus daripada hanya mengucapkan kata-kata tanpa gerakan.
Gerakan membungkuk di depan kamera membantu menutupi kekurangan komunikasi visual karena pewawancara hanya bisa melihat wajah dan bahu Anda.
4. Bentuk “Respect” terhadap Waktu dan Usaha Pewawancara
Di Jepang, proses rekrutmen sangat panjang dan melelahkan bagi pewawancara. Mereka meluangkan waktu khusus untuk Anda.
Melakukan ojigi di awal (sebagai salam) dan di akhir (sebagai ucapan terima kasih dan penutup) adalah bentuk apresiasi non-verbal atas waktu mereka.
Di akhir interview online, jangan langsung matikan kamera! Lakukan keirei (30°) sambil mengucapkan "Yoroshiku onegai itashimasu" selama 2-3 detik, baru setelah itu matikan kamera. Di offline, lakukan hal yang sama sambil mundur selangkah.
(Nyalakan kamera, senyum tipis, tundukkan kepala 20° ke arah lensa selama 2 detik) Anda:"Hajimemashite. Suzuki to moushimasu. Yoroshiku onegai itashimasu!"
Saat sesi wawancara selesai:
(Tundukkan kepala lebih dalam 30° ke arah lensa, tahan 3 detik) Anda:"Honjitsu wa gojikan wo itadaki, makotoni arigatou gozaimashita. Yoroshiku onegai itashimasu." (Tahan posisi menunduk, lalu perlahan angkat kepala, baru klik "Leave Meeting")
Kesimpulannya: Di mata perekrut Jepang, ojigi adalah "kartu identitas" Anda sebagai calon karyawan yang memahami kaisha (perusahaan). Melewatkan ojigi saat interview, baik online maupun offline, sama saja dengan mengatakan "Saya tidak peduli dengan budaya perusahaan Anda"—dan itu adalah kesalahan fatal!
Mau banget kerja di Jepang serta lebih intens belajar Pra Mensetsu bareng sensei yang asyik? kamu bisa juga mendaftar kelas di Kaiwa JLC! Klik di sini untuk list program/ kelas.