Ingin tahu Tips Mensetsu Tokutei Ginou (特定技能) bidang Restoran ?Mari kita pelajari bersama!
Berikut adalah tips dan panduan wawancara (mensetsu) untuk bidang Restoran (Eatery) di bawah visa Tokutei Ginou (特定技能) di Jepang.
Wawancara untuk program Tokutei Ginou di restoran Jepang memiliki fokus yang sedikit berbeda dari wawancara kerja biasa. Pihak manajemen restoran di Jepang sangat menekankan pada "Omotenashi" (semangat menyambut tamu dengan sepenuh hati), etika kerja, dan kesiapan mental untuk bekerja dalam tim yang solid di dapur atau ruang makan .
1. Persiapan Sebelum Wawancara (Sebelum Mensetsu)
- Tepat Waktu adalah Harga Mati: Di Jepang, datang terlambat 5 menit saja sudah dianggap tidak sopan. Targetkan datang 10-15 menit lebih awal. Jika menggunakan transportasi umum, pastikan Anda sudah menghitung rute sejak sehari sebelumnya .
- Pakaian (Kuyourshitsu): Wawancara untuk posisi restoran biasanya mengharuskan setelan jas formal (hitam atau navy, dasi, rambut rapi, sepatu pantofel). Untuk posisi dapur (koki), meskipun ada yang membolehkan pakaian kasual (seperti jaket koki), tetap disarankan menggunakan jas untuk memberikan kesan profesional .
- Pelajari Istilah Restoran: Pelajari kata-kata spesifik seperti kaiten (omset), kyaku-sama (tamu), sumimashita (maaf), shitsurei shimasu (permisi), dan nama-nama alat masak/peralatan makan dalam Bahasa Jepang.
2. Pertanyaan Umum & Cara Menjawabnya (Hyoji Teki na Shitsumon)
Berikut adalah skenario pertanyaan yang sering muncul berdasarkan pengalaman pelamar Tokutei Ginou dan pedoman umum wawancara Jepang :
A. Perkenalan Diri & Motivasi (Jiko Shoukai & Riyuu)
- Pertanyaan: "Jikoshoukai wo onegai shimasu." / "Naze Nihon de hatarakitai no desu ka?" (Kenapa ingin kerja di Jepang?)
- Tips: Jangan hanya bilang "karena gaji tinggi". Tekankan keinginan belajar skill dan kedisiplinan.
- Contoh Jawaban:
- "Saya sangat tertarik dengan budaya detail dan kerapian orang Jepang, terutama dalam penyajian makanan. Saya ingin belajar budaya kerja ini secara langsung dan mempraktikkan Omotenashi untuk memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan."
B. Pengalaman & Skill (Keiken & Gijutsu)
- Pertanyaan (Khusus Koki): "Donna ryouri ga tsukuremasu ka?" (Apa masakan yang bisa Anda buat?) / "Hochou no keiken wa arimasu ka?" (Apakah punya pengalaman memotong/mengolah bahan?)
- Tips: Jika Anda lulus ujian Tokutei, Anda sudah terbukti memiliki basic. Namun, pengakuan bahwa Anda belum tahu segalanya justru dihargai.
- Untuk Pelayan/Waiter: "Okyaku-sama ga monku wo iwareta toki, dou shimasu ka?" (Apa yang akan Anda lakukan jika pelanggan komplain?)
- Cara Menjawab (Situational):
- "Pertama, saya akan mendengarkan keluhan pelanggan dengan tenang dan sepenuh hati meminta maaf karena mereka merasa tidak nyaman. Setelah itu, saya akan segera melapor kepada Manager atau Chef untuk mencari solusi terbaik, apakah itu mengganti menu atau memberikan kompensasi. Prioritas utama adalah membuat pelanggan tersenyum lagi sebelum mereka pulang."
C. Kekuatan & Kelemahan (Chousho to Tansho)
- Pertanyaan: "Anata no chousho (strength) to tansho (weakness) wa nan desu ka?"
- Tips: Jujur, tetapi untuk kelemahan, akhiri dengan "bagaimana saya berusaha memperbaikinya".
- Contoh Kelemahan: "Saya terkadang perfeksionis, yang membuat saya lambat di awal. Namun, saya sekarang sadar bahwa kecepatan juga penting di restoran. Saya berlatih untuk menyeimbangkan antara kerapian dan kecepatan (cepat tapi tetap bersih)."
D. Alasan Pindah Kerja (Jika bukan fresh graduate/Tenkan)
- Pertanyaan: "Naze ima no kaisha wo yameru tsumori desu ka?" (Kenapa ingin berhenti dari perusahaan sekarang?)
- Tips: Jangan pernah membicarakan hal negatif tentang atasan atau rekan kerja sebelumnya. Fokus pada keinginan Anda untuk berkembang .
- "Saya berterima kasih pada perusahaan sebelumnya, tetapi saya merasa potensi saya belum bisa maksimal di sana. Saya mencari lingkungan yang lebih menantang di restoran Jepang yang lebih besar/sibuk agar skill bahasa Jepang dan service saya bisa naik ke level berikutnya."
3. Tips Khusus: Bahasa Tubuh & Etika (Etiquette)
Selain isi jawaban, cara Anda menyampaikannya menentukan 50% kelulusan .
- Masuk & Keluar Ruangan: Ketuk pintu 2-3 kali, ucapkan "Shitsurei shimasu", buka pintu, membungkuk sedikit, lalu tutup pintu dengan pelan.
- Duduk & Berdiri: Duduk dengan posisi punggung lurus (jangan menyender). Saat memberi salam, berdiri dan membungkuk pada sudut 30 derajat.
- Kontak Mata: Tatap mata pewawancara, jangan melihat ke bawah atau ke samping terus menerus.
- Hindari "Eeto... / Ano...": Kata-kata pengisi seperti "eee... (eh)" atau "ano..." terkesan persiapan Anda kurang. Lebih baik berhenti diam 1-2 detik untuk berpikir daripada mengucapkannya .
4. Pertanyaan yang Harus Anda Ajukan (Kualifikasi)
Di akhir wawancara, pewawancara biasanya bertanya "Nani ka shitsumon wa arimasu ka?" (Ada yang ingin ditanyakan?). Jangan jawab "Tidak ada", karena itu dianggap tidak tertarik.
- Tanyakan: "Kono restoran no seikaku (konsep) wa nan deshou ka?" (Apa konsep restoran ini?)
- Tanyakan: "Donna staff wo motomete imasu ka?" (Karyawan seperti apa yang Bapak/Ibu cari saat ini?)
- Tanyakan: "Nihongo no benkyoukai wa arimasu ka?" (Apakah ada kesempatan belajar bahasa Jepang di tempat kerja?)
Ringkasan Poin Penting (Checklist)
Aspek | Target yang Harus Dicapai
Penampilan | Rambut rapi, jas formal, sepatu bersih, kuku pendek.
Sikap | Senyum cerah, suara tegas dan jelas (louder than usual), membungkuk sempurna.
Konten | Tekankan "Omotenashi" (keramahan), "Ganbarimasu" (saya akan berusaha keras), dan "Teamwork".
Pantangan | Menjawab "maaf" terlalu sering tanpa solusi, mengeluh pekerjaan di restoran "capek", atau merokok saat jam istirahat (jika disebutkan).
Catatan: Untuk visa Tokutei Ginou bidang restoran, Anda wajib lulus ujian Bahasa Jepang (minimal N4) dan ujian keterampilan khusus (Skill Test for Specified Skills). Pastikan sertifikat Anda valid sebelum wawancara.
Ingin meningkatkan kemampuan berbicara dalam bahasa Jepang dan lancar dalam Interview Kerja di Perusahaan Jepang? Yuk, gabung di Kaiwa JLC! Klik di sini untuk list program/ kelas.