Mengenal Aichi: Pusat Pekerja Indonesia di Jepang, Pekerjaan Favorit, dan Dialek Nagoya-ben. Mari kita pelajari bersama!
Wilayah dengan Jumlah WNI Terbanyak
Berikut adalah lima prefektur utama dengan jumlah WNI (termasuk pekerja dan pelajar) terbanyak berdasarkan data per Juni 2025 :
Jumlah WNI (per Juni 2025)
Aichi | 18.484 orang
Tokyo | 14.439 orang
Osaka | 13.592 orang
Saitama | 12.652 orang
Chiba | 12.229 orang
Selain lima besar di atas, beberapa prefektur lain juga mencatat peningkatan signifikan jumlah pekerja Indonesia dalam periode yang sama, seperti Iwate dengan 1.698 pekerja dan Tokushima dengan 1.176 pekerja .
Mengapa Wilayah Ini Menjadi Tujuan Utama?
- Aichi: Pusat Industri Manufaktur. Aichi adalah daerah yang paling banyak menampung WNI . Ini karena Aichi merupakan pusat industri manufaktur dan otomotif Jepang. Banyak pekerja Indonesia berstatus Specified Skilled Worker (SSW) dan peserta magang (Technical Intern Training Program/TITP) bekerja di pabrik-pabrik di wilayah ini .
- Tokyo, Osaka, Saitama, Chiba: Pusat Ekonomi dan Perkotaan. Sebagai pusat ekonomi dan kota metropolitan, wilayah-wilayah ini menawarkan peluang kerja yang luas, tidak hanya di manufaktur tetapi juga di sektor jasa, ritel, perhotelan, dan restoran . Jumlah warga asing di kota-kota besar ini secara keseluruhan memang sangat tinggi .
- Wilayah Lain dengan Pertumbuhan Tinggi. Beberapa prefektur seperti Tokushima dan Iwate juga menunjukkan pertumbuhan jumlah pekerja Indonesia yang sangat pesat, terutama di sektor manufaktur, pertanian, dan perawatan lansia, yang banyak membutuhkan tenaga kerja asing
Sektor Pekerjaan yang Paling Diminati
Berdasarkan data penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) tahun 2024, bidang pekerjaan yang paling diminati di Jepang adalah pekerja perawatan (care worker), diikuti oleh sektor pertanian, dan manufaktur.
Berikut adalah rincian 5 pekerjaan dengan jumlah penempatan terbanyak melalui skema Specified Skilled Worker (SSW) sepanjang tahun 2024, berdasarkan laporan BP2MI:
Pekerja Perawatan (Care Worker) | 1.264 orang
Pertanian (Agricultural Farming) | 1.022 orang
Pengasuh Perempuan (Female Caregiver) | 933 orang
Pekerja Pabrik/Manufaktur | 648 orang
Pelayanan Makanan & Minuman | 348 orang
Mengapa Sektor-sektor Ini Paling Diminati?
- Permintaan Tinggi dari Jepang: Jepang sedang menghadapi krisis demografi dengan populasi yang menua, sehingga kebutuhan akan tenaga kerja asing sangat besar, terutama di sektor perawatan lansia (kaigo), pertanian, dan manufaktur. Tenaga kerja Indonesia dinilai ulet dan pekerja keras oleh perusahaan-perusahaan Jepang.
- Peluang Melalui Program Resmi: Sebagian besar penempatan terjadi melalui program resmi seperti SSW (Specified Skilled Worker) dan IJ-EPA (Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement), yang secara khusus menargetkan sektor-sektor tersebut.
- Fasilitas dan Jenjang Karir: Program-program ini menawarkan kontrak kerja yang jelas, gaji kompetitif (sekitar ¥150.000 - ¥220.000 per bulan atau sekitar Rp16-24 juta), serta kesempatan untuk mengikuti ujian sertifikasi dan mengembangkan karir di Jepang.
Selain lima sektor utama di atas, permintaan juga tinggi untuk pekerja di bidang konstruksi, logistik, transportasi (seperti sopir), dan perhotelan
Belajar Logat Aichi, Sebagai Kota yang terdapat banyak pekerja WNI
Prefektur Aichi memiliki dialek atau "logat" khas Jepang yang disebut Nagoya-ben (名古屋弁) atau Owari-ben (尾張弁), serta Mikawa-ben (三河弁) di bagian timur.
Karena Aichi adalah pusat industri dan ekonomi, banyak orang dari berbagai daerah di Jepang juga tinggal di sana, sehingga dialek lokal ini mungkin tidak selalu terdengar di setiap kesempatan. Namun, Anda mungkin akan mendengarnya dalam percakapan sehari-hari dengan penduduk setempat.
Berikut beberapa ciri khas logat Aichi:
Perbedaan di Dalam Aichi: Nagoya-ben vs Mikawa-ben
Menariknya, Aichi secara linguistik terbagi menjadi dua bagian utama dengan nuansa yang berbeda:
- Nagoya-ben / Owari-ben: Digunakan di bagian barat (bekas Provinsi Owari), dengan pusatnya di Kota Nagoya. Dialek ini lebih dipengaruhi oleh dialek Jepang Barat, seperti yang digunakan di wilayah Kansai.
- Mikawa-ben: Digunakan di bagian timur (bekas Provinsi Mikawa). Dialek ini memiliki kemiripan dengan dialek yang digunakan di Prefektur Shizuoka (sebelah timur) dan dikenal dengan ciri khas partikel akhir kalimatnya seperti "~jan", "~dara", dan "~rin".
Kosakata Dasar Nagoya-ben untuk Pekerjaan
そうだよ (Sō da yo) | そうだで (Sō da de) / そうだに (Sō da ni) | "Begitu kok."
違うよ (Chigau yo) | 違うがね (Chigau gane) | "Beda kok."
わからない (Wakaranai) | わからん (Wakaran) | "Gak tahu."
いいよ (Ii yo) | いいがや (Ii gaya) | "Baik kok."
~しなさい (~shinasai) | ~しんさい (~shinsai) | Perintah halus "lakukanlah"
~ている (~teiru) | ~とる (~toru) | Sedang melakukan
~ておく (~teoku) | ~とく (~toku) | "Siapkan/sisihkan"
Contoh Kaiwa 1: Pagi Hari di Pabrik
Skenario: Atasan Jepang lokal (Pak Tanaka) memberi instruksi kepada pekerja Indonesia (Andi) di lantai produksi.
🔹 Versi Bahasa Jepang Standar (Hyōjungo)
Tanaka: 「おはよう、アンディさん。今日は部品Aを200個、午前中に組み立てておいてください。」
Ohayō, Andi-san. Kyō wa buhin A wo nihyaku-ko, gozenchū ni kumitatete oite kudasai.
(Selamat pagi, Andi. Hari ini tolong rakit 200 komponen A sebelum siang.)Andi: 「はい、わかりました。昼前までに終わらせます。」
Hai, wakarimashita. Hirumae made ni owarasemasu.
(Baik, mengerti. Saya selesaikan sebelum makan siang.)Tanaka: 「よし、頼んだよ。」
Yoshi, tanonda yo.
(Baik, saya percayakan padamu.)
🔹 Versi Nagoya-ben (Dialek Aichi)
Tanaka: 「おはようさん、アンディさん。今日は部品Aを200個、午前中に組み立てとってや。」
Ohayō-san, Andi-san. Kyō wa buhin A wo nihyaku-ko, gozenchū ni kumitatetotte ya.
(Selamat pagi, Andi. Hari ini rakit 200 komponen A sebelum siang, ya.)Andi: 「はい、わかったで。昼前までに終わらすで。」
Hai, wakatta de. Hirumae made ni owarasu de.
(Baik, ngerti. Saya selesaikan sebelum makan siang, kok.)Tanaka: 「よっしゃ、頼んだで!」
Yossha, tanonda de!
(Baiklah, saya percayakan padamu!)
Mau banget kerja di Jepang serta lebih intens belajar Pra Mensetsu bareng sensei yang asyik? atau mau belajar kaiwa dengan topik-topik yang seru ?kamu bisa juga mendaftar kelas di Kaiwa JLC! Klik di sini untuk list program/ kelas.